Lahirnya sebuah gerakan intelektual lokal Penting memahami bahwa Palu pada awal 1960-an adalah kota yang sedang mencari pijakan administratif dan kultural. Setelah Sulawesi Tengah terbentuk sebagai provinsi pada tahun 1964, kebutuhan akan institusi pendidikan, organisasi sosial, dan kepemimpinan lokal menjadi mendesak. Di sinilah organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) masuk sebagai wahana penting: bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi sekolah kepemimpinan yang memproduksi kader untuk berbagai peran publik. Dokumen sejarah organisasi mencatat satu fakta penting: pembentukan HMI Cabang Palu terkait dengan Mandat Pengurus Besar HMI Nomor 1938/Sek/B/1965 (24 Februari 1965). Nama Nazaruddin Pakedo tercantum dalam kaitan tersebut sebagai salah satu figur yang terlibat dalam proses penerimaan mandat dan perintisan cabang. Keterlibatan ini menempatkannya dalam lingkaran awal yang merancang dan menumbuhkan jejaring intelektual di kota itu.